Tahukah kita kapan hari
sumpah pemuda? Ya, semoga kita masih selalu ingat kapan hari sumpah pemuda. Kita
selalu merayakan hari sumpah pemuda setiap tanggal 28 Oktober. Di sekolah kita semua
belajar tentang sejarah, karena seperti pepatah, bangsa yang besar adalah
bangsa yang tidak melupakan sejarah.
Apakah kita sudah mampu menjadi bangsa yang besar? bangsa yang selalu mengenang jasa para pahlawannya? Apa yang kita sudah lakukan untuk mengenang jasa para pahlawan kita? Mungkin kita masih ingat pelajaran sejarah yang didapat dari sekolah. Tapi apakah sudah cukup dengan hanya mengenang? Tanpa sebuah tindakan nyata.
Apakah kita sudah mampu menjadi bangsa yang besar? bangsa yang selalu mengenang jasa para pahlawannya? Apa yang kita sudah lakukan untuk mengenang jasa para pahlawan kita? Mungkin kita masih ingat pelajaran sejarah yang didapat dari sekolah. Tapi apakah sudah cukup dengan hanya mengenang? Tanpa sebuah tindakan nyata.
Kita adalah generasi
yang beruntung, generasi yang ada setelah negara kita merdeka, kita tidak perlu
memanggul senjata, kekurangan pangan, sandang, bahkan pendidikan seperti yang
dialami oleh generasi sebelum kita. Kita bisa bebas memilih apa saja yang
menjadi keinginan kita, bahkan kita sering menuntut sesuatu yang kita anggap
adalah milik kita, kita pastinya akan memperjuangkannya. Nah, itulah yang
dinamakan perjuangan. Apakah pernah kita merenung, apa yang diharapkan oleh
para pejuang kita setelah NKRI ini merdeka? Apakah mereka meminta balas jasa atau
mereka meminta untuk disanjung? Tentu saja tidak, kitalah yang memang patut
menghargai mereka, karena mereka yang berjuang sekuat tenaga dengan materi,
pikiran dan ide yang mereka punya mereka berusaha melepaskan negeri kita dari
belenggu penjajah.
Kembali lagi ke diri kita,
apakah kita mampu menghapal siapa pahlawan-pahlawan kita yang terpencar dari
seluruh pelosok negeri ini. Apakah kita hapal dengan slogan sejarah dan peristiwa
heroik yang terjadi pada masa itu. Mungkin beberapa kita juga sudah banyak yang
melupakannya, semudah kita melupakan barang yang telah kita buang. Lantas apakah
kita menganggap bahwa pejuang dahulu sama halnya seperti sampah yang terbuang
dan lantas kita lupakan. Kita mungkin pernah menonton sebuah acara di sebuah
stasiun televisi, banyak pemuda sekarang yang tidak mampu menghapal butir-butir
pancasila, Pembukaan UUD 1945, nama-nama pahlawan, bahkan tidak mampu menghapal
lagu Indonesia Raya. Tapi mereka dengan mudahnya menghapal lagu-lagu masa kini
yang silih berganti ritme dan genre. Miris bukan? Iya. Patutkah kita meragukan
kecintaan kita terhadap negeri kita? Kalau kenyataan yang terjadi seperti itu
jawaban saya adalah iya!
Kita bisa melihat di media
sosial, melihat mental-mental pemuda kita yang cengeng. Kenapa? Karena mereka mudah
mengeluh dan ironisnya lagi meraka mudah memaki yang dipasang di status mereka.
Apa yang menjadi permasalahannya, kadang hanya sepele, sekedar hujat-hujatan
pribadi yang tiada arti, kelompok, suku bahkan merambat ke agama. Kadang kita
dibuat tertawa, karena mendadak semua orang meninggalkan semua profesinya dan
menjadi hakim yang sangat bahagia memvonis para terdakwa dengan hukuman yang
setinggi-tingginya di media sosial. Kadang kita juga mudah terprovokasi
dengan masalah yang belum tentu jelas
sumber dan kebenarannya. Mungkin jika kita menggunakan bahasa yang santun tentu
masih enak dibaca. Tetapi seringnya kita menjadi pemaki. Seharusnyalah kita memberikan
solusi, mulailah dari diri kita. Kita mulai memberi contoh tindakan kita,
kepada orang terdekat kita, bahwa kita bukan pribadi yang rapuh, mudah memaki, mudah
terprovokasi dan mudah terpecah belah. Kembali lagi ke makna sumpah pemuda,
marilah kita hayati dan juga laksanakan, maksud dan tujuan para pejuang kita
berkumpul dari berbagai suku, ras dan agama membulatkan tangan dan menyatukan
tujuan dengan cita-cita Indonesia bersatu, Tanpa persatuan tentunya kita tidak
akan mampu melepaskan diri dari penjajah yang sejak dulu menanamkan benih
kebencian diantara kita dengan politik divide et imperanya.
![]() |
| Sumber : Google.com |
Semoga dengan mengenang
sejarah sumpah pemuda, kita mampu meniru jejak pejuang kita, dengan cara yang
lebih elegan, karena kita tidak lagi memanggul senjata. Tetapi dengan ilmu dan
pengetahuan yang kita dapat dengan bekal moral yang punya. Kita pastikan mampu
mengakui bahwa kita adalah bangsa yang menjunjung tinggi bhinneka tunggal ika.
Kita memiliki banyak kemajemukan, kekayaan budaya nusantara dan kekayaan alam
yang melimpah pula. Dengan bersatu kita mampu menjadi bangsa yang kuat. Dengan menghargai
nilai sejarah kita mampu menjadi bangsa yang besar. Dengan mengamalkan ilmu
kita mampu menjadi bangsa yang cerdas. Semoga dengan tulisan kecil ini, sebagai
salah satu cara untuk ikut serta mengobarkan kembali semangat sumpah pemuda
yang mungkin telah banyak kita abaikan. Marilah kita bersatu. Perbedaan yang
ada kita jadikan kekayaan kita. Jangan melupakan pahlawan, jangan melupakan sejarah
dan jangan melupakan semboyan bhinneka tunggal ika. ~Hidup Indonesia Raya~
#IIDNJogja #CintaIndonesia @Emerentiana Tini Naibaho


Hidup Indonesia!
BalasHapusMerdeka ! :)
Hapus