Sabtu, 31 Oktober 2015

Teladani semangat sumpah pemuda, dengan berpikir bijak, berucap santun dan bertindak positif

Tahukah kita kapan hari sumpah pemuda? Ya, semoga kita masih selalu ingat kapan hari sumpah pemuda. Kita selalu merayakan hari sumpah pemuda setiap tanggal 28 Oktober. Di sekolah kita semua belajar tentang sejarah, karena seperti pepatah, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah.

Kamis, 21 Mei 2015

Festival Jajanan Bango 2015 di Yogyakarta, Mengenal Aneka Masakan Nusantara, Mencintai Kuliner Indonesia, Melestarikan Warisan Kuliner Indonesa



Belum lepas rasa lelah, hari minggu kemarin (17 Mei 2015) berkeliling di Stadion Mandala Krida yang berada di jalan Kemuning Yogyakarta, Umbulharjo, dimana festival khas kuliner Festival Jajanan Bango 2015 diadakan. FJB 2015 adalah festival jajanan kuliner Nusantara yang diadakan Kecap Bango setiap tahunnya. Pada tahun ini rencananya akan diadakan di 3 kota besar di Indonesia dan ini adalah pertama kalinya Yogyakarta terpilih menjadi salah satu kota yang dipilih dan selanjutnya diikuti kota Surabaya lalu Jakarta. Dibuka sejak pukul 08.00 sampai pukul 22.00 WIB. Acara yang dihadiri oleh blogger, komunitas kuliner, masyarakat sekitar dan wisatawan, dan disponsori oleh Kecap Bango menghadirkan 51 booth kuliner Nusantara dengan beragam makanan yang sungguh menggoda lidah, ribuan orang seperti berlomba dan bersemangat untuk memanjakan lidahnya dengan menyantap hidangan lokal khas dari barat sampai ke timur nusantara. 

Acara Festival Jajanan Bango 2015 ini dibuka oleh Mba Nuning Wahyuningsih,  Senior Brand Manager Bango PT. Unilever Indonesia, Tbk dengan memukul kentongan bango 


Gerbang masuk Festival Jajanan Bango 2015 

Ramainya antusias pengunjung 

Mba Nuning memukul kentongan tanda pembukaan acara
FJB 2015 menghadirkan 10 jagoan kuliner lokal yang dipilih oleh Warisan Kuliner. Diantara puluhan kuliner, ada tiga legenda kuliner yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang World Street Food Congress 2015 di Singapura yaitu: Gudeg Yu Nap, Kupat Tahu Gempal dan Ayam Taliwang Bersaudara. 



Kupat Tahu Gembol

Ayam Taliwang 

Gudeg Yu Nap 

Selain menikmati hidangan nusantara yang lezat, acara ini tentunya akan memberikan pengetahuan dan inspirasi untuk memupuk kecintaan terhadap kuliner Nusantara. Seperti penjelasan dari CEO dan Founder Kelanarasa Mas Arie Parikesit bersama pengusaha Kuliner Jeffri Sie, dan admin Hunger Rangeryang adalah salah satu penggiat media sosial kuliner tradisional di Jogja yang sering mengadakan tur kuliner makanan unik di Jogja. Pada kumpul food blogger di area media FJB 2015 ini, Mas Arie Parikesit berbagi info kalau jumlah resep Nusantara itu sebenarnya ada 6000 lebih. 

Wah.. sungguh takjub sekaligus membingungkan, 10 saja belum tentu bisa menghapal, apalagi ini sampai 6000 lebih ya.. Dijelaskan juga beberapa bumbu khas atau eksotik dari beberapa kota di Nusantara yang banyak yang belum diketahui, dari Pontianak ada batang Lotus, di pulau Halmahera Maluku Utara ada buah sirsak, colo-colo, pisang mulut bebek, kenari. sedangkan dari pulau Jawa ada Gayam, dan kota lain sebagainya. 


Area Media tempat para awak media, food blogger dan komunitas food kuliner berkumpul dalam partisipasi mensosialisasikan warisan kuliner 


Arie Parikesit

Jeffry Sie, pemilik warung makan Gudeg Yu Nap yang awalnya membangun usaha Gudeg bersama Mbakyu Zaenab di Bandung pada tahun 2006 hingga sekarang, berkisah tentang pengalamannya di helatan WSFC 2015 lalu. Bahwa sambutan dari pengunjung di WSFC sangat luar biasa, dengan dibuktikannya antrian panjang yang tidak pernah berhenti. Luar biasa ya.. ternyata tidak hanya orang Indonesia saja yang suka Gudeg, orang luar negeri pun menyukai. 

Ketiga legenda kuliner Indonesia termasuk salah satunya Gudeg Yu Nap mendapatkan sambutan yang luar biasa, karena itu ketiga legenda kuliner Indonesia diikutsertakan dalam FJB 2015 ini, begitu penjelasan dari mba Nuning Wahyuningsih, dan  juga berjanji bahwa Bango akan berkomitmen menjalankan misi sosial melestarikan warisan kuliner Nusantara, dengan salah satunya mengadakan festival kuliner akbar tahunan Festival Jajanan Bango (FJB). 


Nuning Wahyuningsih, Jeffri, dan Admin HR

Tidak sia-sia persiapan dari rumah berangkat dari pagi agar bisa mengikuti acara dari awal sampai selesai. Ternyata memang seperti yang dibayangkan, semeriah iklannya dan memang benar-benar acara kuliner yang spektakuler. Kemeriahan acara terlihat dengan pembukaan oleh semua perwakilan penyelenggara acara, diselingi dengan tari-tarian Nusantara, hiburan musik daerah dan dimeriahkan juga dengan konser live music. Dan acara ditutup dengan penampilan Jogja Hiphop Foundation yang dilanjutkan dengan pesta kembang api. Dan juga menghadirkan artis Cristian Subiono sebagai Duta Kuliner festival bango kali ini .


Musik Hiburan Tradsional
Tarian Daerah dari Indonesia Bagian Tengah

Christian Sugiono, Duta Kuliner FJB 
  
Yang menjadi perwakilan di FJB 2015 tersebut ada 56 booth kuliner yang dibagi menjadi Legenda kuliner, 3 wilayah Nusantara bagian Barat, Tengah, dan Timur. 

Legenda Kuliner 
Ada 10 Legenda Kuliner dari resep asli Nusantara, yaitu :
1. Mie Aceh Sabang
2. Mie Koclok Mas Adi Cirebon
3. Lontong Balap Pak Gendut Surabaya
4. Tengkleng Klewer Bu Edi Solo
5. Sate Klatak Mak Adi Yogyakarta
6. Nasi Pindang Pak Ndut
7. Tahu Tek Telor Cak Kahar Surabaya
8. Sate Jamur Tiram Cak Oney Yogyakarta
9. Oseng Oseng Mercon Bu Narti
10. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Kuliner dari Nusantara bagian Barat, yaitu :
1. Bungong Jeumpa
2. Lontong Sayur Uda Uni
3. Sate Padang Uda Maman
4. Pempek Ny. Kamto
5. Pempek Tekwan Mang Ilir
6. Pempek Faras
7. Raja Sabi Lontong Sayur Khas Aceh
8. RM, Minang Surya Khas Aceh Pidie 
9. Yamie Panda
10. Ayam Tangkap

Kuliner dari Nusantara bagian Tengah , yaitu : 

1.Soto Tulung Tugu2. Bakso Paru Kumpeno

3. Tahu Teloepat Magelang
4. Bakmi Jowo Pak Rebo
5. Ketoprak Jakarta
6. Tahu Gimbal Telor si Mbok
7. Ayam Pedas Artomoro
8. Wm. Kaganangan
9. Sate Klatak Pak Pong
10. Warung Special Sambal
11. Nasi Krawu Gresik Bu Tiban
12. Pecel Pincuk Ibu Ida
13. Lontong Balap Pak Gendut
14. Soto Jakarta
15. Bebek Keleyo
16. Nasi Goreng Betawi Lalan Bakti
17. Mie Ayam Mapan
18. Bebek Kayu Mapan
19. Pionir Soto Kudus Kauman
20. Gudeg Yu Nap
21. Kupat Tahu Gembol

Kuliner dari Nusantara bagian Timur , yaitu : 

1. Coto Makassar Lakapila
2. Ayam Bakar Taliwang Bersaudara
3. Warung Makan Bu Ning Rasa Sayange
4. Naskuter (Nasi Kuning Ternate)
5. Ayam Betutu
6. Nasi Campur Bali
7. Dapur Sip "Iwak Pari"
8. Nasi Jinggo Mas Putro
9. Kedai Kita Cafe Resto Sop Konro
10. Ayam Rica Rica Fadhil

Gerai Makanan dan Minuman Penutup :
Coconut Eskrim
Minke Experience
Es Dawet Ijo
Alpukat Keruk
Dapur Mpok Duren

Gorengan dan Camilan Pendukung:
Siomay Kang Cepot
Lumpia Rebung
Getuk Goreng Harum Manis

Untuk minum panitia FJB menyediakan air minum gratis bagi pengunjung dengan Drinking Station Pure It


Dan yang tak kalah menarik, FJB 2015 ini tetap menampilkan kuliner khasnya :
Angkringan Wongso dan,
Angkringan Kobar

Ciri khas dari kota jogja dicintai oleh kantong mahasiswa, FJB memang benar-benar menghargai kuliner Nusantara 






Begitu banyaknya kuliner yang disediakan, tidak mengurangi antusias pengunjung untuk berdesak-desakan antri ambil bagian untuk mencicipi semua kuliner yang dihidangkan dengan harga yang bervariasi mulai dari 10 ribu sampai 20 ribu rupiah. Dan sayapun harus meringis manis karena tidak mampu menyingkirkan desakan pengunjung lain yang lebih besar badannya dari saya. Tapi tidak kehilangan akal, saya manfaatkan waktu untuk mengambil moment meriah tersebut. Karena ingin bersosialisasi bagaimana kita sebagai pecinta kuliner dan pengguna sosial media dapat ikut berperan aktif dalam melestarikan kuliner Indonesia, dan mempromosikan warisan kuliner nusantara. dengan mengupload foto kuliner ke sosial media baik twitter dan facebook dengan hastag #KulinerIndonesiaku. #FJB2015 dan #WarisanKuliner.Dan hasilnya ternyata tidak sia-sia, saya menjadi salah satu pemenang yang dipilih dalam kontes foto twitter #Kuliner Indonesiaku. Alhamdulillah, inilah sabar yang berbuah manis. Terima kasih buat Kuliner Indonesiaku dan Warisan Kuliner juga Kelanarasa.

Selain mengintip booth makanan, mari kita intip juga apa saja fasilitas yang ada di FJB 2015 ini, ternyata tersedia banyak ruangan yang penting yang memberi kenyamanan bagi pengunjung seperti ruang kesehatan, ruang menyusui, musholla, tempat bermain anak, tempat berfoto dan juga kamar kecil dan mencuci tangan.



Ruang Kesehatan 

Musholla

Ruang Menyusui

Dan yang terpenting dan memang hal yang sangat penting, FJB 2015 juga menyediakan Kotak P3K sebagai persiapan menjaga kecelakaan yang bisa terjadi. Luar biasa...  


Kotak P3K 
Dan tak lupa juga diingatkan untuk mencuci tangan sebelum makan 



Hal yang sangat digemari oleh anak muda adalah bercengkerama, atau istilah kerennya numpang bahasa sunda ngabuburit, makin membuat pengunjung dari kalangan anak-anak muda merasa betah. "Layar Tancap Bango" Rasanya seperti kembali kenangan ke masa kanak "jaman" dulu (semoga FJB ikut pula melestarikan) 

Layar Tancap Bango 


Tiada acara tanpa selfie, ini spot yang disediakan panitia FJB untuk mengambil foto bagi para pengunjung 

Spot Selfie yang Artistik

Sungguh acara yang sangat menyenangkan, senang kenyang pulang menang. Semoga bisa bertemu di FJB berikutnya dan semoga FJB merambah ke kota-kota besar lainnya, sehingga semua masyarakat Indonesia semuanya tahu dan mengerti kuliner Nusantara kekayaan Indonesia dari warisan Nenek Moyang serta ikut merasakan kegembiraan seperti yang sudah kami rasakan. Ayo FJB selalu semangat memberikan kontribusi bagi pengenalan dan melestarikan warisan kuliner Nusantara

Oleh : Neni Subadi, Twitter: Anne Scorpio @daraaneh, IIDN Yogya
Sumber informasi:

Selasa, 05 Mei 2015

Sweet Tooth Treat Tooth dengan Femina dan Systema Nano



Hari sabtu tanggal 2 Mei 2015 bertepatan dengan hari pendidikan nasional, acara ini digelar atas kerja sama Femina & Friends dan Systema Nano, di Hotel Tentrem Balroom Tentrem 1 yang berada di Jl. A.M. Sangaji No. 72 A Yogyakarta. Dibuka oleh perwakilan dari Femina dan Systema Nano. Dengan tema acara "Sweet food treat tooth, makan manis tanpa lubang". 


Acara yang dikemas cantik dengan host dari femina Mas Andri 



Orang Indonesia memang senang sekali makanan manis. Lalu bagaimana caranya "Supaya tetap sehat?” Pertanyaan Pemimpin Redaksi dan Komunitas femina, Petty S. Fatimah, pagi itu rupanya sama dengan yang ada di benak para peserta acara Sweet Tooth Treat Tooth. Godaan gula memang masalah klasik. Saat sedih, inginnya makan cokelat. Saat senang, merayakannya pun dengan makan kue. Sementara, gula sering kali menjadi kambing hitam dari berbagai masalah kesehatan. Sebutlah, berat badan naik, sakit gigi, sampai yang paling gawat, yaitu obesitas dan diabetes.


Menurut Andrew dari Systema Nano, mindset orang tentang manfaat dan dampak gula terhadap tubuh perlu diperbaiki. Karena pada kenyataannya tubuh kita memang membutuhkan gula dalam dosis tertentu. Jadi, menghindari gula sepenuhnya juga sebetulnya tidak membawa dampak yang baik. Jadi, jangan sampai kita tidak bahagia hanya karena menghindari makan sesuatu,” ujarnya.


     
Hal yang sama juga diamini drg. Melissa Adiatman Phd‎Pengajar and Peneliti di Department of Dental Public Health and Preventive Dentistry, dari Universitas Indonesia. Apa pun yang kita makan dalam prosesnya akan melewati gigi dan diubah menjadi gula. Karena itu, sehari-hari kita memerlukan perawatan gigi dan mulut yang tepat. Salah satunya adalah dengan menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang   bisa menutup lubang-lubang gigi kecil yang tak tampak mata. 


Makanan Manis 
    
Makanan Manis


BAGAIMANA PERAWATAN GIGI DENGAN SYSTEMA NANO


PASTA GIGI SYSTEMA NANO

Pasta gigi ini mengandung zat aktif yang inovatif berupa:
  • -   Nano Calcium: mencegah dan membantu memperbaiki gigi berlubang (karies dini). Banyak pasta gigi yang sudah menambahkan kalsium aktif, namun baru Systema Nano yang memakai teknologi Nano Calcium, yang bisa menutup lubang mikro di gigi lebih efektif daripada pasta gigi kalsium biasa; proses ini merupakan REMINERALISASI gigi. 
Nano Calcium & Fluoride menguatkan gigi dengan REMINERALISASI

  • -  Erythritol: membantu mengurangi plak di gigi secara efektif lebih cepat dibandingkan pasta gigi biasa.  Ini cocok sekali buat gigiku yang mudah sekali terbentuk karang gigi dari plak yang kurang bisa dibersihkan sempurna dengan pasta gigi biasa yang mengandalkan silika atau zinc citrate sebagai bahan abrasif ringan untuk menghilangkan plak.
  • -  Micro Foam: busa-busa berukuran mikro mempercepat penyebaran Nano Calcium dan Erythritol hingga ke sela-sela gigi, untuk mulut bersih, tetap sehat dan terlindungi secara menyeluruh dari gigi berlubang.
Habis mencoba pertama kali sikatan, rasanya pastanya lembut sekali, rasa mint-nya pas, tidak kurang, tidak terlalu pedas, busanya cepat menyebar di rongga mulutku.   Rasa kesat bersih terasa pasca menyikat gigi, dan gigiku tidak linu lagi, walau tidak memakai formula khusus gigi sensitif yang memakai formula hidroksiapatite atau Kalium nitrat/Strontium pada pasta gigi lain. Wah, langsung deh saya jatuh hati pada pilihan saya ke Systema Nano ini.  Busa pasta lembut dan manfaat erythritolnya terasa nyaman di mulut. 



SYSTEMA MOUTHWASH

Systema mouthwash dengan kandungan aktif:
  • IPMP (O-Cymen-5-OL) mampu membunuh bakteri dengan menembus lapisan biofilm terdalam dan melindungi gusi dan gigi, mencegah penumpukan plak pada gigi serta melawan dan mencegah bau napas tidak sedap terutama akibat fermentasi bakteri berlebihan. Teknologi antiseptik yang dipakai Systema Mouthwash adalah memakai IPMP, tentunya lebih canggih daripada Triclosan.

  • Sodium Fluoride akan memperkuat gigi. 

  • GK2 berfungsi melindungi gigi dan gusi dari penyakit periodontal serta mencegah radang pada gusi. Dengan teknologi terbaru, systema mouthwash tidak memberikan efek rasa pedih saat digunakan namun memberikan efek maksimal dan rasa segar bagi perlindungan mulut kita.
Mouthwash systema mengandung XILITOL, bahan ini sudah lama diteliti ahli dan sangat berguna untuk membuat sisa karbohidrat di mulut tidak difermentasi bakteri Streptoccus mutans sehingga gigi lebih awet, terlindung dari asam hasil fermentasi bakteri di mulut. Bahkan dari penelitian terbukti menghambat pertumbuhan jamur Candida di rongga mulut. 

Kombinasi tepat dengan Sodium Fluoride, IPMP dan GK2 membuat mouthwash ini adalah yang terbaik yang pernah ada, gigi rasa kesat bersih tanpa rasa ngilu. 


SIKAT GIGI SYSTEMA

Berbeda dengan sikat gigi biasa, sikat gigi Systema punya teknologi Tapered Bristle yang memiliki bulu sikat 0,02 mmyang mampu melakukan pembersihan secara menyeluruh karena mampu menjangkau ke sela tersempit gigi dan gusi, efektif membersihkan plak untuk mencegah akumulasi bakteri sehingga terhindar dari penyakit gusi. 
Bulu sikat micro-cleannya yang sangat lembut sehingga tidak melukai gusi, memiliki daya bersih superior sepanjang garis gusi. Kepala sikatnya meruncing, dan lebarnya pas, sehingga bisa dipakai buat anak-anak sekolah dan dewasa. Kombinasi bulu sikat tapered bristle yang lembut dan sangat tipis, gagang antislip dan leher sikat panjang dan ramping membuat sikat gigi terbaik dari yang lain.

Keunggulan Sikat Gigi Systema

SOLUSI PASTI untuk gigi, gusi, dan rongga mulut sehat: YA SYSTEMA NANO


Sudah mengerti caranya bersahabat dengan yang manis, para peserta pun diajak mencicipi kue legit hasil olahan Chef Ken, yang adalah pemenang Master Chef Indonesia Season 2 yang sekarang berprofesi sebagai Master Chef Indonesia's Contestant, Food and Beverage Consultant yang bernama lengkap Ken Kurniawan SutantoKali ini, Chef Ken mendemokan dua resep dessert, yaitu Cookies and Cream Cheese Cake dan Green Tea Churros. Pembuatannya mudah, menikmatinya pun tanpa rasa bersalah! Demo Chef Ken sangat menarik dan membuat peserta penasaran dengan bermacam pertanyaan cara pembuatan.








Acara juga dibanjiri dengan banyak hadiah. Dengan diselingi memberi kesempatan bertanya dari peserta seputar demo resep ataupun pertanyaan seputar gigi. menghias cake samapi undian door prize. Acara yang berlangsung kurang lebih 3 jam mulai jam 09.00 - 12.00. Benar-benar acara yang sangat menarik dan tidak membikin bosan dan yang pasti sudah tahu cara merawat gigi yang baik dan benar. Peserta merasa benar-benar dimanja. Sesuai dengan motto Femina "Suara Anda Berharga". 


Sarapan Pagi Sebelum Acara

Pemenang Best Foto Tweet Femina

Pemenang Menghias Cake
  
Pemenang Door Prize

Sesi Foto Semua Peserta

Aneka Hadiah dari Femina dan Systema Nano







Terima kasih Femina... terima kasih Systema Nano... 
Hmm.. Kapan lagi ya kalian mengadakan acara seperti ini lagi... 


Sumber dokumentasi : Hunaini Subadi (Pribadi, IIDN Yogya), Ety Hastari Soeharto (IIDN Yogya), Vanny Mediana (IIDN Yogya), Anggota IIDN lainnya

Rabu, 29 April 2015

5 Steps to Overcome Limiting Beliefs

Your belief determines your action and your action determines your results, but first you have to believe.”
~ Mark Victor Hansen

What are your beliefs?  Are they holding you back?
Things like:
“I’m not good enough”
“I’m not pretty enough”
“I’m not smart enough”
“I’m not important”
“Making money is a struggle”
“I’m not good enough”
“I don’t deserve it”
“I am too young, people won’t take me seriously”
“I am too old, it’s too late to start…”
“I have to work hard to be successful, working without rest or having a social life.”
I could go on for hours with a list of beliefs I have had about myself. It is something I now consciously watch for and have chosen to change about myself. I can speak from personal experience that unlearning these beliefs has served me well and I was surprised to find the abundance of goodness that was around me all along.
Step 1.  Know your limiting beliefs
The first step to overcoming limiting beliefs is to brainstorm and write these out for yourself. You will become aware of them, and can choose to work on overcoming them.
Step 2.  Examine the evidence
Take an example of one of your limiting beliefs and find evidence or a situation where it simply isn’t true. Typically you will find very little evidence to support your belief and this step opens it up to the possibility that there are flaws with your belief.
Step 3.  Collect new evidence
Now start collecting evidence that disproves the limiting belief. If you think about this properly, you’ll find that there is a lot of evidence out there, you’ve just been unconsciously ignoring it your whole life!
Step 4.  Trade your limiting belief for an empowering statement
Repetitive thoughts form our beliefs and so it’s essential to start making your internal dialogue positive, rather than negative. For each limiting belief you have, turn it into a positive affirmation.   ***This is KEY***
‘I’m not pretty enough’ or ‘I’m ugly’, becomes ‘I’m beautiful.’
‘I’m not good enough’ becomes ‘I AM good enough.’
Every time you catch yourself thinking your limiting belief, trade it in for your positive statement. Over time this will become automatic and you will start to form new, healthier beliefs about yourself.

5. Take action

There is no substitute, ever, for taking action. It’s the single most important tool when it comes to making any sort of change in your life. Knowledge, without action, is worthless. There’s no quick fix. It takes effort and determination but I’ve done it and so can you!

Peran Seorang Guru

Yang dimaksud peranan guru adalah sebagai director of learning (direktur belajar). Maksudnya, setiap guru diarahkan untuk pandai mengarahkan kegiatan belajar siswa agar mencapai keberhasilan belajar (kinerja akademik) yang telah ditetapkan dalam proses sasaran belajar mengajar.
Pengertian proses belajar mengajar mempunyai makna yang lebih luas dan lebih berarti daripada pengertian mengajar. Dalam proses belajar mengajar tersirat adanya suatu kesatuan aktivitas yang tidak terpisahkan antara siswa sebagai pelajar dengan guru sebagai pengajar. Dalam aktivitas terebut, terdapat interaksi antara siswa yang belajar dengan guru yang mengajar.
Seperti telah dimaklumi bersama, bahwa proses belajar merupakan suatu proses terjadinya perubahan tingkah laku, yang berarti bahwa seseorang yang telah melalui proses belajar akan mengalami perubahan tingkah laku. Selanjutnya dalam peranannya sebagai direktur belajar, guru hendaknya senantiasa berusaha untuk menimbulkan, memelihara dan meningkatkan motivasi aman untuk belajar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa motif berprestasi mempunyai korelasi positif dan cukup berarti terhadap pencapaian proses belajar.
Hal ini berarti bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar hanya ditentukan oleh tinggi rehdanya motif berpretasi. Dalam hubungan ini, guru berfungsi sebagai motivator dalam keseluruhan dalam kegiatan belajar mengajar. Sebagai direktur belajar, pendekatan yang digunakan dalam proses belajar mengajar tidak hanya melalui pendekatan instruksional akan tetapi disertai dengan pendekatan pribadi (personal approach). Melalui pendekatan pribadi ini diharapkan guru dapat mengenal dan memahami siswa secara lebih mendalam sehingga dapat membantu dalam keseluruhan proses belajarnya. Dengan perkataan lain, sebagai direktur belajar guru sekaligus berperan sebagai pembimbing dalam proses belajar mengajar.
Sebagai pendidik, tugas dan tanggung jawab guru yang paling utama adalah mendidik, yaitu membantu peserta didik untuk mencapai kedewasaan. Untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, maka seorang guru hendaknya memahami segala aspek pribadi anak didik, baik jasmani maupun segi psikis. Guru hendaknya mengenal dan memahami tingkat perkembangan peserta didik, sistem motivasi atau kebutuhan, pribadi, kecakapan, kesehatan mental dan sebagainya. Tindakan yang bijaksana akan timbul juga apabila guru benar-benar memahami seluruh pribadi peserta didik.
Dalam hubungan dengan kegiatan pengajaran dan administratife, seorang guru dapat berperan sebagai :
a. Pengambil inisiatif, pengarah dan penilai kegiatan-kegiatan pendidikan. Ini berarti bahwa guru turut serta memikirkan kegiatan-kegiatan pendidikan yang direncanakan serta nilainya.
b. Wakil masyarakat ang berarti dalam lingkungan sekolah guru menjadi suatu masyarakat. Guru harus mencerminkan suasana kemauan masyarakat dalam arti yang lebih baik.
c. Orang yang ahli dalam mata pelajaran. Bahwa guru bertanggung jawab untuk mewariskan kebudayaan pada generasi muda yang berupa pengetahuan, hendaknya agar diajarkan baik isi maupun metode.
d. Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar mencapai disiplin.
e. Pelaksana Administrasi Pendidikan. Di samping menjadi pengajar, guru pun bertanggung jawab akan kelancaran jalannya pendidikan. Dan ia harus mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan administrative.
f. Pemimpin Generasi Muda. Masa depan generasi muda terletak di tangan guru. Guru berperan sebagai pemimpin mereka dalam mempersiapkan diri untuk menjadi anggota masyarakat yang dewasa.
g. Penerjemah kepada masyarakat, artinya guru berperan untuk menyampaikan segala perkembangan kemajuan-kemajuan dunia sekitar kepada masyarakat, khususnya untuk masalah-masalah pendidikan.
Dilihat dari segi dirinya (self oriented), seorang guru harus berperan sebagai:
a. Petugas sosial, yaitu seorang yang harus membantu untuk kepentingan masyarakat. Dalam kegiatan-kegiatan masyarakat guru senantiasa merupakan petugas-petugas yang dapat dipercaya untuk berpartisipasi di dalamnya.
b. Pelajar dan ilmuwan, yaitu sebagai yang senantiasa menuntut ilmu pengetahuan. Dengan berbagai cara setiap saat, guru senantiasa belajar untuk mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan.Di samping itu guru menjadi spesialis, misalnya seorang guru matematika akan menjadi wakil dari dunia matematika.
c. Orang tua: yaitu mewakili orang tua murid di sekolah dalam pendidikan anaknya. Sekolah merupakan lembaga pendidikan setelah lingkungan keluarga, sehingga dalam arti luas sekolah dapat merupakan lingkungan keluarga di mana guru bertugas sebagai orang tua dari siswa-siswanya.
d. Pencari teladan: yaitu yang senantiasa mencarikan teladan yang baik untuk siswa, dan bahkan bagi seluruh masyarakat. Guru menjadi ukuran bagi normal tingkah laku.
e. Pencari keamanan: yaitu yang senantiasa mencarikan rasa aman bagi orang lain (siswa). Guru menjadi tempat berlindung bagi siswa-siswa untuk memperoleh rasa aman dan puas di dalamnya.
Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.
Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.
Peran guru sebagai pelajar (leamer). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.
c) FUNGSI GURU
Fungsi guru adalah mendidik dan mengajar. Kedua fungsi ini tidak dijelaskan dari peranan yang dijalankan oleh guru. Diketahui konteks yang lebih luas, peranan guru sebagai pendidik dan pengajar harus diletakkan dalam rangka kepentingan serta harapan bangsa yang merupakan tujuan yang perlu dicapai melalui sekolah. Sekolah mempunyai organisasi dan melaksanakan kegiatan administrasi untuk mencapai tujuan sekolah. Semua upaya yang dilakukan oleh guru sebagai pendidik dan pengajar harus diorganisasikan dan diadministrasikan dengan baik agar tercapai suatu hasil kerja yang efektif dan efisien.
Sebagai pendidik dan pengajar, guru melakukan kegiatan membimbing dan mendorong siswa dalam kegiatan belajar siswa. Ia disebut juga pembimbing dan motivator yang berperan serta khusus bagi siswa untuk mendorong kegiatan belajar siswa dalam situasi belajar yang dirancang oleh guru. Aspek yang perlu dilihat oleh guru dari siswa adalah perkembangan pribadi seutuhnya yang memiliki nilai-nilai dan norma-norma dan bagaimana siswa memiliki nilai-nilai tersebut dalam belajar. Guru memerlukan pengetahuan dan keterampilan edukatif untuk melakukan kegiatan ini.
Sebagai pengajar, guru mengelola kegiatan mengajar dan belajar yang direncanakan dengan baik sesuai dengan tuntutan kurikulum dan pokok bahasan yang diajarkan. Kegiatan yang dilakukan oleh guru memerlukan pengetahuan yang untuk mengelola dan mengawasi apa yang ia lakukan.
Mengajar adalah suatu aktivitas internasional suatu aktivitas yang menimbulkan belajar. Guru mendeskripsikan, menerangkan, memberikan pertanyaan (soal-soal) dan mengevaluasi. Ia mendorong, menyampaikan sanksi dan membujuk, pendek kata ia melakukan banyak hal agar peserta didik mempelajari apa saja yang ia piker. Peserta didik harus mempelajari dan dalam cara yang ia sepakati. Orang tua dan orang lain melakukan ini juga, tetapi ada perbedaannya. Guru-guru adalah lebih professional dalam arti bahwa mereka mengetahui banyak tentang:
a. Apa saja yang mereka ajarkan.
b. Bagaimana cara mengajarkannya; dan
c. Siapa yang mereka beri pelajaran.
Suatu tugas pokok dari guru adalah: menjadikan peserta didik mengetahui atau melakukan hal-hal dalam suatu cara yang formal. Ini berarti bahwa ia menstrukturisasi pengetahuan atau keterampilan-keterampilan dalam suatu cara yang sedemikian rupa sehingga menyebabkan siswa tidak hanya mempelajarinya, melainkan juga mengingatnya dan melakukan sesuatu dengannya. Guru juga mengevaluasi siswa. Oleh karena itu, siswa ditantang untuk belajar dan mengingat karena ia mengetahui bahwa dalam suatu cara atau cara yang lain ia akan diuji.
D.         Karakteristik Kepribadian Guru
Menurut tinjauan psikologi,kepribadian berarti sifat hakiki individu yang tercermin pada sikap dan perbuatanya yang membedakan dirinya dari yang lain.McLeod (1989) mengartikan kepribadian (personality) sebagai sipat yang khas yang dimiliki oleh seseorang. Dalam hal ini kepribadian adalah karakter atau identitas.
Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Karena disamping sebagai pembimbing dan pembantu, guru juga berperan sebagai panutan.Mengenai pentingnya kepribadian guru,seorang psikolog terkemuka Prof.Dr Zakiah Dardjat ( 1982) menegaskan :
Kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya,ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didik terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat SD) dan mereka yang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menngah) .Secara konstitsional,guru hendaknya berkepribadianh Pancasila dan UUD 45 yang beriman dan bertagwa kepada Tuhan YME,disamping itu dia harus punya keahlian yang di perlukan sebagai tenaga pengajar.
Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru adalah : 1.Fleksibitas Kognitip Guru.
Fleksibilitas kognitif ( keluwesan ranah cipta ) merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu.Kebalikanya adalah frgiditas kognitif atau kekakuan ranah cipta yang ditandai dengan kekurang mampuan berpikir dan bertindak yang sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi.Guru yang fleksibel pada umunya di tandai dengan keterbukaan berpikir dan beradaptasi.Selain itu ia juga mempunyai resistensi (daya tahan ) terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan.Ketika mengamati dan mengenali suatu objek atau situasi tertentu seorang guru yang fleksibel selalu berpikir kritis.Berpikir kritis adalah berpikir dengan penuh pertimbangan akal sehat yang di pusatkan pada pengambilan keputusan untuk mempercayai atau mengingkari sesuatu,dan melakukan atau menghindari sesuatu (Heger & Kaye,1990).
2. Keterbukaan Psikologis Pribadi Guru.
Hal lain yang menjadi faktor menentukan keberhasilan tugas guru adalah keterbukaan psikologs guru itu sendiri.Guru yang terbuka secara psikologi akan di tandai dengan kesediaanya yang relatip tinggi untuk mengkomunikasikan dirinya dengan faktor-faktor ekstern antar lain siswa,teman sejawat,dan lingkungan pendidikan tempatnya bekerja.Ia mau menerima kritik dengan ikhlas.Disamping itu ia juga memiliki emphati,yakni respon afektip terhadap pengalaman emosionalnya dan perasaan tertentu orang lain .(Reber,1988). Contohnya jika seorang muridnya di ketahui sedang mengalami kemalangan,maka ia turut bersedih dan menunjukan simpati serta berusaha memberi jalan keluar.
Keterbuksaan psikologis sangat penting bagi guru mengingat posisinya sebagai anutan siswa..Keterbukaan psikologis merupakan prakondisi atau prasyarat penting yang perlu dimiliki guru untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain.Keterbukaan psikologis juga di perlukan untuk menciptakan suasana hubungan antar pribadi guru dan siswa yang harmonis,sehingga mendorong siswa untuk mengembangkan dirinya secara bebas dan tanpa ganjalan.
E.         Guru   dan Proses Mengajar  – Belajar ( PMB)
Guru pada saat ini sering menjadi sorotan dari berbagai media massa,berkaitan dengan rendahnya mutu pendidikan,dan keberhasilan suatu sekolah. Ada sebagian masyarakat kita beranggapan keberhasilan suatu pendidikan sangat di tentukan oleh mutu guru itu sendiri.Sementara kita ketahui bersama keberhasilan atau kegagalan pendidikan banyak di pengaruhi oleh beberapa paktor.Kurangnya kesejahteraan guru, juga sangat mempengaruhi keberhasilan suatu pendidikan.
Guru sangat terlibat dengan proses mengajar-belajar.Istilah proses mengajar “ belajar ( PMB) lebih tepat daripada proses belajar mengajar ( PBM),alasanya karena dalam proses yang harus aktip duluan adalah guru lalu di ikuti aktivitas siswa (belajar ) bukan sebaliknya.Barlow seorang pakar psikologi pendidikan (1985) dan Good & Brophy (1990) hubungan timbul balik antar guru dan siswa di sebut teaching “ learning process dan bukan learning-teaching process.
1.  Arti   Guru Dahulu dan   Sekarang.
Saat ini banyak berita-berita yang melecehkan posisi guru dan guru nyaris tidak mampu membela diri.Seorang politis Amerika Serikat Hugget ( 1985 ) mengutuk guru kurang professional sedang orang tua menuding guru tidak kompeten dan malas.Kalangan bisnis dan industripun memprotes guru karena hasil didikan mereka dianggap tidak bermanpaat.Tuduhan dan protes ini telah memerosotkan harkat dan martabat para guru.
Dahulu seorang guru di hormati seperti seorang priyayi.Waktu itu penghasilan guru memadai bahkan lebih.Secara psikologis,harga diri ( self “ esteem ) dan wibawa mereka juga tinggi,sehingga para orang tua pun berterima kasih bila anak-anaknya di hajar guru kalau berbuat kurang ajar .Posisi guru pada waktu itu sangat tinggi dan terhormat.
Namun sekarang para guru telah berubah drastis.Profesi guru adalah profesi yang kering,dalam arti kerja keras para guru membangun sumber daya manusia hanya sekedar untuk mempertahankan kepulan asap dapur mereka saja.Bahkan harkat dan derajat mereka di mata masyarakat merosot,seolah-olah menjadi warga negara second class ( kelas ke dua) .Kemerosotan ini terkesan hanya karena mereka berpenghasilan jauh di bawah rata-rata dari kalangan profesional lainya.
Wibawa guru pun kian jatuh di mata murid,khususnya murid-murid sekolah menengah, di kota-kota pada umumnya cenderung menghormati guru karena ada sesuatu.Mereka ingin mendapatkan nilai tinggi dan naik kelas dengan peringkat tinggi tanpa kerja keras. Sikap dan perilaku masyarakat demikian memang tidak sepenuhnya tanpa alasan yang bersumber dari guru.Ada sebagian guru yang berpenampilan tidak mendidik.Ada yang memberi hukuman badan (corporal punishment) di luar batas norma kependidikan,dan ada juga guru pria yang melakukan pelecehan seksual terhadap murid-murid perempuanya.
Saat ini yang sedang terjadi adalah kerendahan tingkat kompetensi professionalisme guru. Penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran masih berada di bawah standar (Syah 1988).Ada dua hasil penelitian resmi yang menunjukan kekurang mampuan guru,khususnya guru sekolah dasar,hasil penenlitian Badan Litbang Depdikbud RI menyimpulkan bahwa kemampuan membaca siswa kelas VI SD di Indonesia masih rendah.Bahwa 76,95% siswa kelas VI SD tidak dapat menggunakan kamus.Yang mampu menggunakan kamus hanya 5 % secara sistematis dan benar.
Bukti lainnya adalah sebagian guru kita juga ditunjukan oleh hasil penelitian psikologi yang melibatkan responden sebanyak 1975 siswa. SD negri dan swasta diJakarta. Kesimpulanya bahwa guru di sekolah “ sekolah dasar tersebut tidak bisa mengindentifikasi siswa berbakat.(Anonim).Kenyataan seperti ini cepat atau lambat akan menjatuhkan prestise (wibawa prestasi).Kemerosotan prestise professional sering diikuti kemerosotan prestise sosial dan prestise material (Mutropin,1993),artinya para guru kita kini kurang di hargai oleh masyarakat di samping kehidupan materinya yang serba kurang. Akibatnya,tak mengherankan apabila diantara guru yang mengalami kelainan psikis keguruan yang di kenal sebagai teacher burnout berupa stress dan frustasi yang di tandai dengan banyak murung dan gampang marah (Barlow,1985),Tardif,1989).Boleh jadi,karena guru bornout (pemadaman guru) inilah maka sebagian oknum guru kita yang tak kuat iman,berbuat di luar batas norma edukatif dan norma susila seperti diatas.
2. Arti  Guru di Masa Mendatang
Guru diartikan sebagai orang yang pekerjaanya mengajar.Tapi sesederhana itukah arti guru? McLeod, (1989) berasumsi guru adalah seseorang yang pekerjaanya mengajar orang lain. Kata mengajar dapat kita tapsirkan misalnya :
1.Menularkan pengetahuan dan kebudayaan kepada orang lain (bersipat kognitip).
2.Melatih ketrampilan jasmani kepada orang lain (psikomotorik)
3.Menanamkan nilai dan keyakinan kepada orang lain (afektip)
Jadi pengertian guru adalah tenaga pendidik yang pekerjaanya utamanya mengajar (UUSPN tahun 1989 Bab VII pasal 27 ayat 3).Dalam perspektif psikologi pendidikan,mengajar pada prinsipnya berarti proses perbuatan seseorang (guru) yang membuat orang lain (siswa) belajar,dalam arti mengubah seluruh dimensi perilakunya.
Jadi pada hakekatnya mengajar itu sama dengan mendidik.Karena itu tidaklah heran bila sehari-harinya sebagai pengajar lazim juga di sebut pendidik.
Guru menurut pasal 35 PP 38/1992 diperkenankan bekerja di luar tugasnya untuk memperoleh penghasilan tambahan sepanjang tidak mengganggu tugas utamanya.Kebolehan mengerjakan tugas lainya memberi kesan berkurangnyaderajat profesional keguruan, para guru walaupun tidak mengganggu tugas utama mereka sebagai pengajar,apalagi jika mengingat tidak tegasnya batasan tidak mengganggu tugas utama.Pantaskah seorang guru menjadi seorang calo karcis bioskop pada malam hari atau menjadi pedagagng asongan di stasiun pada hari-hari libur? Persoalan ini tampaknya akan terus berlangsung sampai pemerintah mampu menaikan gaji guru.
Hal lain adalah sarjana non keguruan boleh menjadi guru asal mempunyai Akta mengajar.Akta ini dikeluarkan oleh LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) dan program akta pada fakultas tarbiyah untuk menjadi guru agama. Jadi seorang sarjana tehnik bisa menjadi guru. Konotasinya,semua sarjana non kependidikan boleh mengajar.
Tidak ada keharusan memiliki pengalaman pendidikan dan ijazah sarjana keguruan misalnya dari IKIP dan fakultas tarbiyah .
Kita memang tak perlu berburuk sangka.Namun yang perlu diwaspadai adalah kekurangmampuan mereka mengelola PBM, mengingat di perlukan waktu 5 tahun untk memperoleh SI untuk belajar dan berlatih mengelola PBM. Selain itu kenyataan di lapangan menunjukan bahwa out put LPTK seperti yang diakui oleh Mendikbud RI, belun memuaskan, terbukti dengan tidak sesuainya guru bidang studi dan rendahnya kualitas PBM,juga masih rendahnya kualitas dosen pengelola LPTK itu sendiri.
 Idealnya seorang yang memiliki bakat untuk menjadi guru terlebih dahulu menempuh pendidikan formal keguruan selama kurun waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan institusi kependidikan yang akan menjadi tempat kerjanya.Selain itu ragam mata kuliah yang dipelajari juga harus lebih spesifik dan berorientasi pada kompetensi dan profesionalisme keguruan yang memadai.
F. Problematika
Apabila kita mencoba melakukan refleksi mendalam, kita temukan berbagai persoalan muncul silih berganti melanda dunia pendidikan nasional kita, baik yang berskala mikro maupun yang makro. Selain tantangan yang amat berat utamanya dalam upaya menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di era global, juga masih dihadapkan pada dampak buruk dari krisis dalam berbagai bidang kehidupan dan kenaikan harga BBM yang berimplikasi pada meningkatnya biaya pendidikan di segala jalur jenis dan jenjang pendidikan.
Salah satu permasalahan esensial pendidikan yang sampai saat ini masih dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenis, jenjang, jalur, dan satuan pendidikan. Bahkan kalau kita amati lebih cermat kondisi pendidikan di negeri ini dari hari ke hari semakin menurun kualitasnya. Berdasar hasil penelitian tentang Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan oleh UNDP 2005, saat ini kita berada pada peringkat 110 dari 174 negara yang diteliti.
 Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Brunei dan apalagi dengan Singapura kita jauh tertinggal. Hal ini menunjukkan betapa rendahnya daya saing SDM Indonesia untuk memperoleh posisi kerja yang baik di tengah-tengah persaingan global yang kompetitif. Berbagai usaha dan inovasi telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, manajemen mutu sekolah, sistem SKS, dan menyiapkan sekolah unggul.
Bahkan untuk yang terakhir ini, menurut Dirjen Mandikdasmen pemerintah menyediakan dana blockgrant Rp 500 juta pertahun selama lima tahun. Namun demikian sampai saat ini tanda-tanda bahwa dunia pendidikan kita semakin membaik tidak kunjung muncul indikasinya.
Pertanyaannya, mengapa sampai saat ini mutu dunia pendidikan nasional kita masih memprihatinkan dan apa akar persoalan yang menyebabkan semua itu terjadi?
G.       Solusi
Dunia pendidikan nasional kita memang sedang menghadapi masalah yang demikian kompleks. Begitu kompleksnya masalah itu tidak jarang guru merupakan pihak yang paling sering dituding sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan. Asumsi demikian tentunya tidak semuanya benar, mengingat teramat banyak komponen mikrosistem pendidikan yang ikut menentukan kualitas pendidikan. Namun begitu guru memang merupakan salah satu komponen mikrosistem pendidikan yang sangat strategis dan banyak mengambil peran di dalam proses pendidikan secara luas, khususnya dalam pendidikan persekolahan
Guru memang merupakan komponen determinan dalam penyelenggaraan pengembangan SDM dan menempati posisi kunci dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dampak kualitas kemampuan profesional dan kinerja guru bukan hanya akan berkontribusi terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan (output) melainkan juga akan berlanjut pada kualitas kinerja dan jasa para lulusan tersebut (outcome) dalam pembangunan, yang pada gilirannya kemudian akan nampak pengaruhnya terhadap kualitas peradaban dan martabat hidup masyarakat, bangsa serta umat manusia pada umumnya.
Begitu strategis dan pentingnya posisi guru dalam pendidikan, maka tuntutan terhadap guru yang berkualitas dan profesional merupakan suatu keniscayaan yagn tidak bisa dihindari. Lebih-lebih setelah lahirnya UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, tuntutan profesionalisme itu semakin kuat. Persoalannya, untuk mendapatkan guru yang profesional dan berkualitas – sudah barang tentu – mustahil dapat terjadi dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan penyiapan dan pengembangannya secara terus-menerus, terencana dan berkesinambungan. Upaya pengembangan itu memang merupakan suatu keharusan, mengingat tuntutan standar kualitas serta kebutuhan di lapangan juga terus-menerus mengalami perubahan dan perkembangan seiring dengan pesatnya laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi di era global ini.
Guru merupakan titik sentral dari peningkatan kualitas pendidikan yang bertumpu pada kualitas proses belajar mengajar. Oleh sebab itu peningkatan profesionalisme guru merupakan suatu keharusan. Guru yang profesional tidak hanya menguasai bidang ilmu, bahan ajar, menguasai metode yang tepat, mampu memotivasi peserta didik, memiliki keterampilan yang tinggi dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan. Guru yang profesional juga harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang hakekat manusia, dan masyarakat. Hakikat-hakikat ini akan melandasi pola pikir dan pola kerja guru dan loyalitasnya kepada profesi pendidikan. Juga dalam implementasi proses belajar mengajar guru harus mampu mengembangkan budaya organisasi kelas, dan iklim organisasi pengajaran yang bermakna, kreatif dan dinamis bergairah, dialogis sehingga menyenangkan bagi peserta didik sesuai dengan tuntutan UU Sisdiknas (UU No 20 / 2003 Pasal 40 ayat 2a).
Dalam kaitan ini, menurut Supriadi (1988) untuk menjadi profesional seorang guru dituntut untuk memiliki lima hal: (Satu) Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. (Dua), guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarnya kepada siswa. (Tiga), guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi. (Empat), guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belejar dari pengalamannya. Lima, guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.
Dengan demikian, untuk menjadi guru yang profesional – seorang guru yang sejati harus berdiri di atas prinsip bahwa praksis pendidikan mutlak memerlukan ilmu pendidikan. Para pendidik harus memperjuangkan prinsip itu. Prinsip bahwa tanpa ilmu pendidikan maka praksis pendidikan menjadi semu, menyesatkan dan membahayakan bangsa. Tetapi bagaimana realitasnya?
Pendidikan nasional kita sudah terlalu lama dikelola dengan konsep nonpendidikan. Meminjam istilah Winarno Surakhmad, pendidikan kita dikelola hanya dengan logika pragmatis, logika bisnis, pertimbangan politik praktis, pendekatan otoriter, pengelolaan reaktif, trial-and-error, dan instan.
Betapa tidak, lihat misalnya kasus KBK, sistem SKS, dan yang saat ini sedang hangat dibicarakan adalah persoalan sertifikasi dan uji kompetensi guru. Sertifikasi dan uji kompetensi guru hanya memenuhi tuntutan dunia modern, budaya global, logika bisnis, dan reaktif-pragmatik. Reaktif karena harus memenuhi tuntutan globalisasi, pasar terbuka dan persaingan bebas. Pragmatik, karena dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah aktual yang pada dasarnya sangat teknis.
Itu memang penting, tetapi yang lebih penting lagi perlu ada pemahaman bahwa pendidikan lebih dari itu, tidak hanya menyelesaikan persoalan aktual, tetapi persoalan kemanusiaan yang hakiki. Pendidikan harus mampu membekali peserta didiknya dengan kemampuan individual, lokal, sehingga menjadi warga negara yang mandiri dan berdaya, serta menjadi lebih antisipatif-humanistik.

Persoalan lain yang tidak kalah essensialnya yang menyebabkan mutu pendidikan semakin memprihatinkan adalah kecenderungan kita mengambil konsep dari luar, tanpa mau memahami konteksnya yang lebih luas dan implikasinya yang lebih jauh. Asal saja kita mendengar ada suara dari luar yang agak aneh, KBK, sertifikasi, lesensi, standarisasi, misalnya, kita cepat menerimanya sebagai “pasti bagus”. Padahal konsep yang kita anggap bagus saat ini itu di negara mereka merupakan konsep yang sudah lama ditinggalkan. Mereka selalu bergerak dan maju terus kita selalu menunggu hasil dokumentasi dan menyesuaikannya. Akibatnya kita senantiasa berkembang dengan ketertinggalan yang berkelanjutan.